Jumat, 29 November 2013

Lalin Tol Janger Pagi Ini di Luar Perkiraan

Hari ini, Jumat 29 November 2013 saya mempunyai jadual presentasi di sebuah client di bilangan Tanah Abang jam 10.30 WIB. Awalnya saya berencana berangkat menggunakan sepeda motor semata-mata alasan efisiensi waktu tempuh Cipondoh - Tanah Abang. Namun begitu bangun tidur dan sholat subuh, ternyata badan terasa pegal dan kurang fit, mungkin karena semalam tidurnya terlalu larut. Akhirnya saya memutuskan untuk berangkat kerja menggunakan mobil. Selesai membantu beres-beres rumah (kebetulan masih belum ada PRT hehehe), mandi pagi, dan sarapan, saya berangkat menuju kantor. Tak lupa sebelum berangkat, saya sempatkan diri bermain sejenak dengan jagoan baru kami Arjuna yang akan "dijemur" layaknya orang bule di pantai Kuta hehehe. Kebetulan sang kakak (Mas Rasya) sudah berangkat sekolah duluan dengan diantar ojek langganan. Rute yang saya tempuh adalah seperti biasa, yaitu melalui tol Alam Sutera. Memasuki GT Karang Tengah, masih terlihat ramai lancar, tidak seperti biasanya. Kondisi tersendat (meskipun tetap jalan) mulai terjadi di Km 06.00 menuju arah Tomang. Ternyata eh ternyata, kondisi tersebut hanya terjadi sampai exit toll Kb Jeruk, selepas itu lancar jaya hingga Tomang. Aneh juga nih, semenjak adanya sterilisasi busway, baru kali ini ruas tol Janger (istilah lain dari Tol Jakarta Merak) arah Tomang benar-benar lancar (khusus weekdays ya). Sehingga waktu tempuh dari Alam Suter hingga keluar Tomang hanya 30 menit saja. Otomatis, sampai di kantor client jauh lebih cepat dibandingkan dengan jadual yang sudah ditentukan. Akhirnya saya iseng-iseng menulis blog ini di ruang tunggu tamu sambil ditemani minuman dari client. Hmmm... semoga hasil meeting hari ini berbuah manis. Amiiinnn...

Kamis, 24 Desember 2009

H2C plus Senut-senut


Sehari menjelang libur Natal,

Hari ini, Kamis 24 Desember 2009 sebagian karyawan/ti sudah libur mengikuti ketetapan pemerintah mengenai cuti bersama. Namun, tidak berlaku bagi kantorku, di mana hari ini tetap merupakan hari kerja biasa. Bagi aku pribadi, hal ini sebenarnya menguntungkan, karena liburnya pun tidak gratis, alias dipotong dari jatah cuti tahunan, sehingga akan sia-sia saja jika hari ini kantorku libur, toh aku tidak merayakan Natal.

Tapi mungkin bagi sebagian rekan Kristiani yang besok akan merayakan Natal, hari ini tentunya sangat diharapkan untuk libur, meskipun memang bukan libur yang gratis, tetapi harus dikompensasi dari jatah cuti tahunan itu. Everything is ok...

Pagi tadi, saya melintas jalan raya Hasyim Ashari Tangerang dalam kondisi lengang, walau pun tidak 100% sepi bin lengang. Saat sampai Stasiun Poris, terlihat penumpang agak ramai dari biasanya. Aneh... ternyata selidik punya selidik, KRL Cisadane tidak beroperasi hari ini, sehingga sebagian penumpangnya beralih ke KRL Benteng Ekspres. Ahaaa... setelah masuk kereta, ternyata di dalamnya juga tidak terlalu penuh, jadi semua penumpang bisa tertampung.

Sesampainya di kantor, ternyata masih belum berubah seperti hari-hari sebelumnya. Kantor tetap penuh dengan segala aktifitasnya. Yang pasti adalah wajah-wajah H2C menanti jam eksekusi payroll dan medical allowance. Karena sempat berhembus isu bahwa payroll dan medical allowance baru akan dieksekusi hari Senin, 28 Desember 2009. Alhamdulillah... jam 11.00 penantian itu datang juga.

Cekooottt... cekooottt... cekooottt... gigiku sakit. Sampai kepalaku pun ikut-ikutan senut-senut. Tak tahan kondisi itu, akhirnya aku menyerah untuk "menguntal" MEFINAL 500 mg. Semoga membantu.
Amien.

Selasa, 22 Desember 2009

Hujan di Hari Ibu

Selasa, 22 Desember 2009

Hujan mengawali pagi hari di Tangerang. Setelah berdoa, rasa ingin kembali tidur pun sempat terlintas di pikiranku. Apalagi melihat si buah hati masih tertidur nyenyak. Hmmm... akhirnya aku pun merebahkan tubuhku di samping Rasendriya Akbar Maulana. Sedangkan isteri tercinta menyiapkan sarapan pagi di dapur. Eyang kakung dan Eyang puteri Rasya yang kebetulan sedang berkunjung ke rumahku melakukan aktivitas sendiri-sendiri. Eyang kakung nonton televisi, eyang puteri membantu isteriku di dapur.

Tak kusadari, ternyata aku ketiduran hingga akhirnya sang buah hatiku Rasya membangunkan aku jam 06.15 untuk menemani dia menonton VCD Pampa (tokoh jelmaan gajah kecil yang merupakan simbol dari produk sebuah diapers). Hujan pun masih deras mengguyur Cluster Harapan Sejahtera. Hmmm... semakin malas saja nih untuk pergi menuju kamar mandi. Tapi aku harus mandi, karena harus pergi ke kantor.

Selesai menemani Rasya menonton VCD Pampa, aku pun lantas mandi, dan sarapan. Jam menunjukkan pukul 07.00 dan hujan pun masih deras mengguyur lingkungan rumah. Karena hujan tidak kunjung reda, maka tepat jam 07.30 aku memutuskan untuk berangkat kerja menggunakan jasa Transjakarta. Dengan menggunakan jas hujan, aku dan isteriku menuju rumah mertuaku yang jaraknya hanya sekitar 1.7 km dari rumahku untuk menitipkan sepeda motorku sebelum melanjutkan perjalanan menuju Terminal Kalideres.

Kami berdua naik angkot C.15 jurusan Semanan di bawah guyuran hujan deras. Kami berdua masing-masing menggunakan payung kecil. Sekitar jam 08.00 kami tiba di Semanan dan kami pun berpisah. Aku menuju Terminal Kalideres, sedangkan isteri tercinta langsung naik Kopaja 95 menuju Rawabokor.

OMG! Payungku rusak ketika sampai di halte Transjakarta Kalideres. Untungnya aku sudah masuk ke halte, sehingga terbebas dari guyuran hujan (meskipun sedikit basah karena percikan air hujan dari payung). Aku pun tertidur dalam perjalanan Kalideres-Harmoni. Ketika harus melanjutkan perjalanan dari Harmoni-Kota, aku bertemu dengan serombongan anak TK di dalam bus Transjakarta. Rupanya mereka sedang melakukan kunjungan wisata kota tua di daerah Jakarta Kota. Ceria sekali wajah-wajah mereka. Hmmm... jadi teringat buah hatiku yang baru saja berumur 2 tahun itu. Di wajahnya tak tersimpan sedikitpun rasa dendam, curiga, iri, dengki, dan hal-hal negatif lainnya. They look so happy.

Sampai di Stasiun Kota, hujan semakin deras. Aku pun sempat ragu, karena payungku sudah wassalam. Akhirnya, dengan sedikit nekad, aku menerobos hujan untuk mengejar Kopami Jaya 02 jurusan Senen di depan Stasiun Kota. Ealaaahhh... ternyata di dalam angkot reot itu pun masih harus terkena air hujan, karena angkot itu bocor bagian atasnya. Kasuuusss...!!!

Sekitar 3 menit aku sampai di tujuan, di depan kantorku, Wisma Eka Jiwa. Seperti dugaanku sebelumnya, di depan kantorku banjir setinggi betis orang dewasa, lumayan dalam kan? Untungnya dari rumah aku menggunakan sandal, sehingga tidak kerepotan. Untungnya lagi, ada tukang ojek payung di bawah rel kereta layang di depan kantorku, sehingga aku pun tidak kehujanan untuk menyeberang jalan menuju kantor. Cukup seribu rupiah saja untuk menyewa payung tersebut.

Sesampai di kantor, aku membersihkan diri (risih juga kaki terendam air hujan yang berwarna coklat susu itu hiiiyyy...), ganti kostum, berdoa, daaannn... menyalakan komputer untuk melakukan aktivitas rutin. Bismillahirohmannirrohiim.