Selasa, 22 Desember 2009
Hujan mengawali pagi hari di Tangerang. Setelah berdoa, rasa ingin kembali tidur pun sempat terlintas di pikiranku. Apalagi melihat si buah hati masih tertidur nyenyak. Hmmm... akhirnya aku pun merebahkan tubuhku di samping Rasendriya Akbar Maulana. Sedangkan isteri tercinta menyiapkan sarapan pagi di dapur. Eyang kakung dan Eyang puteri Rasya yang kebetulan sedang berkunjung ke rumahku melakukan aktivitas sendiri-sendiri. Eyang kakung nonton televisi, eyang puteri membantu isteriku di dapur.
Tak kusadari, ternyata aku ketiduran hingga akhirnya sang buah hatiku Rasya membangunkan aku jam 06.15 untuk menemani dia menonton VCD Pampa (tokoh jelmaan gajah kecil yang merupakan simbol dari produk sebuah diapers). Hujan pun masih deras mengguyur Cluster Harapan Sejahtera. Hmmm... semakin malas saja nih untuk pergi menuju kamar mandi. Tapi aku harus mandi, karena harus pergi ke kantor.
Selesai menemani Rasya menonton VCD Pampa, aku pun lantas mandi, dan sarapan. Jam menunjukkan pukul 07.00 dan hujan pun masih deras mengguyur lingkungan rumah. Karena hujan tidak kunjung reda, maka tepat jam 07.30 aku memutuskan untuk berangkat kerja menggunakan jasa Transjakarta. Dengan menggunakan jas hujan, aku dan isteriku menuju rumah mertuaku yang jaraknya hanya sekitar 1.7 km dari rumahku untuk menitipkan sepeda motorku sebelum melanjutkan perjalanan menuju Terminal Kalideres.
Kami berdua naik angkot C.15 jurusan Semanan di bawah guyuran hujan deras. Kami berdua masing-masing menggunakan payung kecil. Sekitar jam 08.00 kami tiba di Semanan dan kami pun berpisah. Aku menuju Terminal Kalideres, sedangkan isteri tercinta langsung naik Kopaja 95 menuju Rawabokor.
OMG! Payungku rusak ketika sampai di halte Transjakarta Kalideres. Untungnya aku sudah masuk ke halte, sehingga terbebas dari guyuran hujan (meskipun sedikit basah karena percikan air hujan dari payung). Aku pun tertidur dalam perjalanan Kalideres-Harmoni. Ketika harus melanjutkan perjalanan dari Harmoni-Kota, aku bertemu dengan serombongan anak TK di dalam bus Transjakarta. Rupanya mereka sedang melakukan kunjungan wisata kota tua di daerah Jakarta Kota. Ceria sekali wajah-wajah mereka. Hmmm... jadi teringat buah hatiku yang baru saja berumur 2 tahun itu. Di wajahnya tak tersimpan sedikitpun rasa dendam, curiga, iri, dengki, dan hal-hal negatif lainnya. They look so happy.
Sampai di Stasiun Kota, hujan semakin deras. Aku pun sempat ragu, karena payungku sudah wassalam. Akhirnya, dengan sedikit nekad, aku menerobos hujan untuk mengejar Kopami Jaya 02 jurusan Senen di depan Stasiun Kota. Ealaaahhh... ternyata di dalam angkot reot itu pun masih harus terkena air hujan, karena angkot itu bocor bagian atasnya. Kasuuusss...!!!
Sekitar 3 menit aku sampai di tujuan, di depan kantorku, Wisma Eka Jiwa. Seperti dugaanku sebelumnya, di depan kantorku banjir setinggi betis orang dewasa, lumayan dalam kan? Untungnya dari rumah aku menggunakan sandal, sehingga tidak kerepotan. Untungnya lagi, ada tukang ojek payung di bawah rel kereta layang di depan kantorku, sehingga aku pun tidak kehujanan untuk menyeberang jalan menuju kantor. Cukup seribu rupiah saja untuk menyewa payung tersebut.
Sesampai di kantor, aku membersihkan diri (risih juga kaki terendam air hujan yang berwarna coklat susu itu hiiiyyy...), ganti kostum, berdoa, daaannn... menyalakan komputer untuk melakukan aktivitas rutin. Bismillahirohmannirrohiim.
Selasa, 22 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar